Media Sahabat JTP-DENS, Pilar Soliditas Kampanye yang Tetap Kokoh

investigasifakta.news

Tapanuli Utara — Sabtu 27 September 2025

Media Sahabat JTP-DENS lahir pada 28 Agustus 2024, di tengah dinamika Pilkada Tapanuli Utara yang kala itu berlangsung sengit. Berawal dari solidaritas kumpulan jurnalis lintas media, kelompok ini menegaskan diri sebagai tim independen yang berdiri kokoh mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) dan Dr. Deni Lumbantoruan (DENS).

Sejak terbentuk, Media Sahabat JTP-DENS tidak sekadar menjadi kelompok dokumentasi, tetapi ikut meneguhkan posisi sebagai simpul komunikasi politik yang vital. Dari desa ke desa, kecamatan hingga pelosok seantero Kabupaten Tapanuli Utara, mereka aktif meliput, memberitakan, sekaligus menyebarluaskan narasi kampanye JTP-DENS. Hasilnya, pasangan tersebut kian mengakar di tengah masyarakat hingga akhirnya keluar sebagai pemenang Pilkada dan ditetapkan resmi oleh KPU.

Lahir dari Kesepakatan Jurnalis

Media Sahabat JTP-DENS memiliki ciri khas berbeda dibanding tim kampanye formal. Kelompok ini lahir dari kesepakatan bersama para jurnalis lintas media, yang terbiasa bekerja di lapangan, kemudian bersatu dalam satu semangat: mendukung kandidat yang diyakini mampu membawa perubahan di Tapanuli Utara.

Setelah melalui diskusi panjang, pada 28 Agustus 2024 Patar Lumban Gaol resmi membentuk grup ini. Dari sanalah “rumah besar jurnalis pendukung” itu lahir, menjelma menjadi wadah yang mengikat para jurnalis lintas media untuk memperkuat solidaritas perjuangan politik.

Dalam konteks demokrasi lokal, keberadaan kelompok seperti ini bukanlah hal baru. Hampir semua pasangan calon kepala daerah membentuk tim media atau pendukung digital yang bertugas mengangkat citra dan memperkuat komunikasi politik. Namun, Media Sahabat JTP-DENS memiliki nilai tambah karena dibentuk oleh jurnalis aktif dari berbagai media, yang dengan sadar meletakkan profesionalisme mereka dalam garisl perjuangan politik.

“Keberpihakan” ini kerap dipandang kontroversial, tetapi pada saat yang sama menunjukkan wajah lain dari praktik demokrasi. Jurnalis, selain sebagai pengabdi informasi, juga adalah warga negara yang memiliki hak politik. Dari situlah Media Sahabat JTP-DENS muncul, membawa identitas sebagai kelompok pendukung fanatik yang sekaligus piawai dalam memainkan peran komunikasi.

Tetap Kokoh Setelah Satu Tahun

Kini, setelah lebih dari satu tahun usia perjalanan, Media Sahabat JTP-DENS tetap kokoh. Memang ada dinamika, sebagian anggota memilih keluar, namun fondasi kelompok tidak pernah goyah. Nama “Sahabat JTP-DENS” masih terikat kuat dalam ingatan publik, terutama karena rekam jejaknya selama kampanye lalu.

Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Media Sahabat JTP-DENS bukan sekadar “tim sementara” yang dibentuk untuk kepentingan sesaat. Ia tumbuh sebagai jejaring yang memiliki napas panjang, menjadi ruang pertemuan bagi jurnalis pendukung, sekaligus pengingat bahwa perjuangan politik tidak berakhir setelah pemilu usai.

Jas Merah: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

Salah satu inisiator yang terlibat dalam pembentukan Media Sahabat JTP-DENS, Frish. H. Silaban, menegaskan pentingnya sejarah dalam menjaga eksistensi kelompok ini. Menurutnya, perjuangan yang lahir dari solidaritas jurnalis tidak boleh dianggap sepele, sebab sejarah membuktikan peran mereka nyata dalam mengantarkan pasangan JTP-DENS ke kursi kepemimpinan.

> “Media Sahabat JTP-DENS bukan sekadar wadah, tapi rumah besar perjuangan yang lahir dari solidaritas dan fanatisme jurnalis pendukung. Usianya sudah lebih dari satu tahun, namun semangatnya tetap kokoh. Kita pegang teguh pesan ‘Jas Merah’ – jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah terbentuknya media ini adalah bukti nyata bagaimana jurnalis juga bisa berdiri di garis depan perjuangan demokrasi,” ujar Frish. H. Silaban.

Kutipan ini menjadi penegasan bahwa Media Sahabat JTP-DENS adalah bagian dari perjalanan politik lokal yang tak bisa dipisahkan dari sejarah Pilkada 2024. Semangat “Jas Merah” yang digaungkan bukan hanya seruan moral, tetapi juga ajakan agar publik tidak melupakan peran kelompok ini.

Menggugah Publik

Bagi sebagian orang, Media Sahabat JTP-DENS mungkin hanya tim kecil yang lahir dan akan hilang setelah masa kampanye. Namun fakta di lapangan berkata lain: kelompok ini tetap bertahan, tetap menyuarakan dukungan, dan tetap hadir sebagai simbol solidaritas jurnalis.

Dalam konteks demokrasi lokal, kehadiran mereka sekaligus menggugah publik untuk memahami bahwa politik tidak hanya diisi oleh partai dan elit, tetapi juga oleh kelompok relawan, simpatisan, hingga jurnalis yang berani menunjukkan keberpihakannya.

Ke depan, eksistensi Media Sahabat JTP-DENS akan diuji oleh dinamika politik dan konsistensi anggotanya. Namun, dengan fondasi sejarah yang kuat, mereka telah meninggalkan jejak yang sulit dihapus. Sebagaimana pesan Jas Merah, kelompok ini menjadi pengingat bahwa perjalanan demokrasi selalu menyimpan cerita tentang siapa saja yang berjuang di balik layar kemenangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *